Penebaran 5.000 Benih Ikan di Bendung Boro

Penebaran 5.000 Benih Ikan di Bendung Boro
Sebelum puncak kegiatan Hari Pers Nasional Kabupaten Purworejo Tahun 2009, berupa Tasyakuran dan Peresmian Pressroom, terlebih dahulu para kulitinta yang bekerja di wilayah Kabupaten Purworejo bersama Bupati Purworejo H Kelik Sumrahadi, SSos, MM menebarkan benih ikan Nila sebanyak 5.000 ekor di Bendung Boro, Sabtu (28/3).

Penanaman Pohon Langka di Gegermenjangan

Penanaman Pohon Langka di Gegermenjangan
Rangkaian kegiatan puncak Hari Pers Nasional Kabupaten Purworejo Tahun 2009, berupa penanaman 300 pohon langka di Kawasan Potensi Wisata Gegermenjangan, Sabtu (28/3).

Sabtu, 30 Agustus 2008

Peringati HUT Kemerdekaan Dengan Lomba Gropyok Tikus

Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-63, Desa Bubutan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tergolong unik dan langka. Mereka menggelar sebuah kegiatan yang jarang dilakukan di daerah lain. Kegiatan tersebut berupa lomba gropyok tikus. Spontan saja kegiatan tersebut menyedot perhatian banyak pihak termasuk di dalamnya para kuli tinta. Mereka rela berlarian di pematang sawah dan bongkahan tanah kering mengikuti kemana warga mengejar larinya si tikus.


Lomba itu digelar, Sabtu (16/8) lalu, diikuti oleh 9 grup dengan masing-masing grup beranggotakan 6 orang. Lomba tersebut diberangkatkan oleh Kepala Desa Bubutan Ir. Agus Wahyono pukul 08.00 WIB. Sembilan grup pemburu tikus tadi hanya diberi waktu 3 jam untuk mengumpulkan hasil buruannya kepada panitia. Dan lomba ditutup pada pukul 11.00 WIB, bagi grup yang memperoleh tikus terbanyak akan dinobatkan menjadi sang juara.


Adapun lokasi sawah yang menjadi tempat perburuan itu hanya dibatasi sawah di wilayah Desa Bubutan, yang luasnya mencapai 70 hektar. Menurut penuturan Agus, disamping langka dan unik, lomba ini dipilih oleh panitia karena akhir-akhir ini banyak keluhan yang disampaikan oleh warganya terhadap menggilanya hama tikus di sawah mereka. Bahkan hasil panen kemarin (akhir bulan Juli 2008-red) rata-rata petani hanya bisa membawa pulang hasil panenan 70%-nya saja. Sedangkan 30% sisanya habis disikat oleh hama tikus. “Ternyata hama tikus tidak hanya memakan padi milik petani, namun ketika kini di tanami palawija, juga tak bisa terhindar dari serangan tikus,” tuturnya.


Padahal menurut Agus, saat ini dari luas keseluruhan 70 hektar tadi, 40 hektarnya kini ditanami palawija. Seperti cabai, bawang merah, jagung, kacang tanah, melon dan lain sebagainya. “Selain buahnya, tikus-tikus tadi juga memakan batang muda dari tanaman palawija. Tak heran jika aksi membabibuta tersebut membuat sejumlah petani geram,” ujar Agus.


Wajar jika warga masyarakat yang ikut dalam perlombaan ini memiliki semangat 45 untuk memburu tikus. “Saya menyambut baik diadakannya acara ini, sebab selain ingin memperoleh hadiah, sekaligus juga ikut membasmi hama yang selama ini mengganggu tanaman kami,” ujar salah seorang peserta. Sepertinya genderang perang terhadap tikus sudah ditabuh, terbukti dalam waktu 3 jam yang disediakan oleh panitia penyelenggara, peserta mampu memperoleh 654 ekor.


Akhirnya juara pertama lomba gropyok tikus dimenangkan oleh grup Sudono, dengan perolehan 152 ekor. Juara kedua diraih oleh grup Sukiman, dengan perolehan 135 ekor. Sedangkan Grup Junaryo yang memperoleh 118 ekor menempati urutan ketiga. (Sus)

Tidak ada komentar: