Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-63, Desa Bubutan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tergolong unik dan langka. Mereka menggelar sebuah kegiatan yang jarang dilakukan di daerah lain. Kegiatan tersebut berupa lomba gropyok tikus. Spontan saja kegiatan tersebut menyedot perhatian banyak pihak termasuk di dalamnya para kuli tinta. Mereka rela berlarian di pematang sawah dan bongkahan tanah kering mengikuti kemana warga mengejar larinya si tikus.Lomba itu digelar, Sabtu (16/8) lalu, diikuti oleh 9 grup dengan masing-masing grup beranggotakan 6 orang. Lomba tersebut diberangkatkan oleh Kepala Desa Bubutan Ir. Agus Wahyono pukul 08.00 WIB. Sembilan grup pemburu tikus tadi hanya diberi waktu 3 jam untuk mengumpulkan hasil buruannya kepada panitia. Dan lomba ditutup pada pukul 11.00 WIB, bagi grup yang memperoleh tikus terbanyak akan dinobatkan menjadi sang juara.
Adapun lokasi sawah yang menjadi tempat perburuan itu hanya dibatasi sawah di wilayah Desa Bubutan, yang luasnya mencapai 70 hektar. Menurut penuturan Agus, disamping langka dan unik, lomba ini dipilih oleh panitia karena akhir-akhir ini banyak keluhan yang disampaikan oleh warganya terhadap menggilanya
Padahal menurut Agus, saat ini dari luas keseluruhan 70 hektar tadi, 40 hektarnya kini ditanami palawija. Seperti cabai, bawang merah, jagung, kacang tanah, melon dan lain sebagainya. “Selain buahnya, tikus-tikus tadi juga memakan batang muda dari tanaman palawija. Tak heran jika aksi membabibuta tersebut membuat sejumlah petani geram,” ujar Agus.
Wajar jika warga masyarakat yang ikut dalam perlombaan ini memiliki semangat 45 untuk memburu tikus. “Saya menyambut baik diadakannya acara ini, sebab selain ingin memperoleh hadiah, sekaligus juga ikut membasmi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar